Makna dari Sebuah Koin
September 13, 2008 at 7:20 am Tinggalkan komentar
Sebuah koin, siapa sich yang ngak tahu apa itu koin? Of course hampir setiap orang tahu apa itu koin, tetapi sebagian besar dari kalian belum tahu makna yang tersimpan dari sebuah koin. Koin yang selama ini kalian anggap sebagai nilai tukar, memiliki makna yang mendalam bagi suatu organisasi bahkan bagi diri Anda sendiri. Ibaratkanlah organisasi atau diri anda adalah sebuah koin. Wujud dari koin hanyalah satu yaitu koin itu sendiri akan tetapi koin memiliki dua sisi yang bisa dipandang dari dua sudut yang berbeda. Dari sudut satu, misal bisa dilihat sebuah gambar yang elok, cerah dan menarik perhatian, akan tetapi koin tersebut jika dilihat dari sudut yang berbeda akan kelihatan suatu gambar yang jelek, suram dan kurang menarik perhatian. Hal seperti itu wajarlah terjadi pada sebuah koin atau diri anda sendiri, dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan atau sebaliknya. Koin yang dipandang dari dua sudut yang berbeda akan menghasilkan dua persepsi yang berbeda pula, ada yang menyebut koin itu bagus dan ada pula yang menyebutnya jelek tergantung dari sudut mana orang itu menilai. Orang yang memiliki positive thinking akan menilai koin tersebut bagus dengan memberi suatu kritikan beserta saran yang bersifat membangun sedangkan orang yang ber-negative thinking akan menilai koin tersebut jelek yang akan mengkritik tanpa disertai saran, kritikannyapun bersifat menjatuhkan.
Penerapan dan pesan
Makna dari sebuah koin dapat diterapkan oleh siapa saja, misal seorang maling sekilas dipandang orang adalah seseorang yang jahat, tetapi jika kita pandang dari sudut lain mengapa orang tersebut maling, apakah hanya untuk hura-hura atau menghidupi keluarga di tengah mencari lapangan pekerjaan yang sulit? jika ditelusuri secara mendalam tak semua maling itu jahat. Sekarang misal anda sendiri, anda dipandang sebagai sosok yang ganteng/cantik, baik hati, ramah dan lain-lain, akan tetapi jika anda dipandang secara mendalam anda belum tentu seperti pada kenyataannya, pasti ada yang bilang anda itu jelek, sombong dan pemarah.
Sekarang usaha yang harus anda lakukan adalah bagaimana anda mengajak orang yang memandang dari sudut pandang yang negative ke sudut pandang yang positive agar orang memandang seperti yang anda inginkan.
“Don’t hate your enemy but change the view of your enemy”
Entry filed under: filosofi. Tags: .




Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed